Selamat Datang ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Welcome to a free automatic backlinks generator service, free auto backlinks this website offer free auto backlinks service for blogger or web owner who want to get instant backlink for their blog or websites. We know how important is SEO to increase traffic, pagerank, and alexa rank.

Copy this html code to your website >>Free Automatic Link

Informasi Berita Terkini

Custom Search
Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Fakta! Kopi Bisa Memperkecil Payudara

Written By entube six on Wednesday, May 11, 2011 | 7:55 PM

Anda terbiasa minum kopi tiga cangkir per hari? Hati-hati, karena kopi dapat memperkecil ukuran payudara Anda.
Para peneliti percaya bahwa terlalu banyak kafein dalam tubuh dapat memengaruhi kerja hormon dan mengakibatkan semakin kecilnya ukuran payudara. Semakin banyak kopi dikonsumsi wanita, semakin kecil ukuran payudaranya.
Hampir 300 wanita berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka diminta menjawab pertanyaan seputar seberapa banyak kopi yang biasa diminum setiap hari. Ukuran payudara mereka pun lalu diukur.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam British Journal of Cancer, meminum tiga cangkir kopi atau lebih setiap hari dapat memperkecil ukuran payudara. Sebanyak setengah dari responden mengalami mutasi gen yang muncul akibat asupan kopi. Hal ini pun berdampak pada volume payudara.
"Minum kopi memiliki pengaruh besar pada ukuran payudara," kata kepala penelitian, Helena Jernstrom dari Universitas Lund di Swedia, seperti dikutip dari The Telegraph.
Namun, bagi para pecinta kopi jangan khawatir bahwa payudara akan menghilang. "Payudara hanya akan mengecil, dan tidak mungkin menghilang," ujarnya.
Wanita yang meminum lebih dari tiga cangkir kopi per hari payudaranya akan mengecil sebesar 17 persen. Hal ini jika dibandingkan dengan mereka yang meminum kopi kurang dari tiga cangkir per hari.
Para peneliti juga menemukan bahwa hal ini lebih berisiko pada wanita yang memiliki payudara besar. Namun sayangnya, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan apakah minum kopi dalam jumlah besar per hari dapat memengaruhi kepadatan payudara.
Info yang menggembirakan adalah konsumsi kopi ternyata memiliki dampak positif pada kesehatan payudara, yaitu mengurangi risiko kanker payudara.
Para peneliti percaya bahwa efek kopi berdampak pada hormon estrogen serta dapat memengaruhi tingkat hormon testosteron. Sebenarnya tidak masalah minum kopi setiap hari, asalkan tidak berlebihan.

7:55 PM | 0 komentar

Pari Harimau Dinyatakan Spesies Baru

Written By entube six on Tuesday, May 10, 2011 | 9:51 AM

KOMPAS.com — Pari harimau, jenis ikan pari air tawar yang berasal dari Amazon, telah lama populer sebagai ikan hias di Asia. Setelah sekian lama para ilmuwan meneliti, akhirnya jenis pari tersebut dinyatakan sebagai spesies baru.
Berdasarkan pola warna hitam-oranye pada bagian ekornya, pari harimau ini dinamai Potamotrygon tigrina. Memiliki lebar sekitar 80 cm, jenis pari ini memiliki perbedaan dengan pari lainnya karena warnanya yang mencolok dan karakteristik tulang ekornya.
"Ini adalah salah satu spesies yang paling cantik," kata Marcello de Carvalho, ahli hewan dari University of Sao Paulo, yang memimpin studi tentang pari harimau ini. Hasil studi Carvalho dipublikasikan di Jurnal Zootaxa.

Sejauh ini, ilmuwan belum bisa memprediksi alasan mengapa pari harimau memiliki warna yang mencolok. Warna dan pola unik pari harimau bisa saja sebuah peringatan bagi hewan lain walaupun sebenarnya spesies ini memiliki sedikit saja predator di alam.
"Sepertinya sulit bagi spesies ini untuk pas masuk ke mulut ikan jenis lain," ungkap Carvalho.
Ia menambahkan, pengetahuan tentang ikan ini masih minim. Pedagang yang menjual dan membiakkan pari harimau diperkirakan jauh lebih mengetahui daripada ilmuwan.
"Mengklasifikasikan secara formal adalah langkah pertama untuk memahami bagaimana cara mengelola sumber daya ikan ini," kata Carvalho.
9:51 AM | 0 komentar

Terkuak Misteri Kematian Charles Darwin

KOMPAS.com - Kematian Charles Darwin yang dikenal lewat karya agungnya "The Origin of Species" sebagai dasar teori Evolusi telah lama menjadi misteri. Dalam sebuah paparan di acara Historical Clinicopathological Conference, 6 Mei 2011, misteri kematian Darwin tersebut akhirnya terkuak.
Sidney Cohen, direktur riset di Jefferson Medical College di Philladelphia memaparkan hasil analisisnya tentang kematian Darwin. Ia mengatakan bahwa Darwin menderita penyakit Chagas, infeksi Heliobacter pylori dan cyclic vomiting syndrome.

Menurut Cohen, Darwin mulai menderita penyakit Chagas dan infeksi parasit ketika digigit serangga yang mengandung parasit endemik Argentina dalam perjalanannya. Saat ini, penyakit tersebut bisa diobati dengan Benznidazole dan Nifurtimox.
Sementara, penyebab vomiting syndrom atau muntah-muntah belum bisa diuraikan. Kemungkinan sindrom itu berkaitan dengan stres dan akan hilang bila penyakit lain terobati. Dalam saat terparah penyakitnya, diketahui Darwin memuntahkan semua makanan, terutama setelah sarapan.
Darwin diketahui melakukan perjalanan ke Amerika Selatan dan Afrika, melewati Pasifik dan Kepulauan Galapagos selama 5 tahun. Dalam perjalanannya, Darwin mengalami gigitan serangga yang mengandung parasit endemik Argentina.
Meskipun diduga bahwa Darwin mengalami penyakit jantung, namun gigitan serangga yang memacu timbulnya penyakit lain itulah yang dikatakan penyebab utama kematian Darwin. Penyakit jantung sendiri diperkirakan dipacu oleh Chagas yang diderita.
Meninggalnya Darwin sebenarnya adalah sebuah ironi, sebab ia merupakan anak dan cucu seorang ahli medis. Lebih dari 2 lusin diagnosis, termasuk Skizophrenia dijatuhkan dan ragam obat diberikan, tapi tak berhasil. Para dokter bingung dengan gejala yang dialami darwin.
Cohen menyatakan, penelitian yang dilakukannya menambah kekagumannya pada Darwin. "Sulit untuk mengetahui bagaimana penyakit mempengaruhi karyanya. Tapi produktivitasnya tak pernah berkurang," katanya seperti dikutip AP.
Untuk menyimpulkan penyakit yang diderita Darwin, Cohen tak menggunakan sinar-X atau analisis darah apapun, sebab ia memang tak memilikinya. Cohen hanya menganalisa sekian gejala penyakit yang dialami Darwin.
9:46 AM | 0 komentar

NASA Buktikan Kebenaran Teori Einstein

Dua ramalan Albert Einstein dalam teori relativitas terbukti benar oleh misi Gravity Probe B milik NASA. Sebelumnya, teori Einstein tersebut sulit dikonfirmasi.
"Teori Einstein bertahan," kata Francis Everitt, kepala penelitian dari Stanford University, California, Amerika Serikat, Rabu (4/5/2011) lalu.
Ada dua aspek dalam teori Einstein mengenai gravitasi. Aspek pertama adalah efek geodesi, efek pembelokan ruang dan waktu di sekitar benda bergravitasi, seperti planet. Aspek kedua adalah "frame dragging", yakni jumlah struktur ruang dan waktu yang terbawa oleh objek berputar.
Untuk menguji teori ilmuwan kelahiran Jerman tersebut, NASA mengirim Gravity Probe B untuk mengorbit Bumi. Pesawat itu dilengkapi sebuah alat yang disebut "pelacak bintang" untuk mengikuti sebuah bintang bernama IM Pegasi. Jika efek geodesi dan frame dragging tidak ada, pelacak bintang seharusnya selalu terkunci dengan bintang selamanya.
Jika Einstein benar, arah putaran Gravity Probe B akan berubah sedikit demi sedikit akibat massa dan rotasi Bumi. Everitt menganalogikan efek ini dengan bola berotasi di dalam madu. "Madu dan benda-benda yang juga berada di dalam madu akan terseret," jelas Everitt.
Dengan menganalisis data, tim peneliti menemukan perubahan orientasi sekitar 6.600 miliarcsecond setahun-1 miliarcsecond, kata Everitt, sama dengan lebar sehelah rambut manusia dilihat dari jarak 16 kilometer. Perubahan yang sangat kecil yang mungkin Einsten sendiri pun sulit tunjukkan. Dalam bukunya The Meaning of Relativity, Einstein menuliskan, "Efek frame dragging muncul berdasarkan teori kami, meskipun tingkatannya sangat kecil sehingga pembuktian dengan entah eksperimen laboratorium apa yang harus dilakukan."
Pembuktian ini dapat membuat ilmuwan memahami beberapa kejadian di alam semesta. "Mengukur efek frame dragging akibat rotasi bumi punya implikasi besar," kata ahli fisika Clifford Will dari Washington University di St. Louis yang tidak terlibat dalam penelitian.
Contohnya, kata Will, frame dragging sepertinya punya peranan dalam memicu ledakan energi dari kuarsa, galaksi yang sangat jauh yang secara aktif berperan dalam lubang hitam. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
9:44 AM | 0 komentar

Atmosfer Titan Hasil Tumbukan dengan Komet

KOMPAS.com - Titan, salah satu bulan Planet milik Saturnus, diketahui merupakan satu-satunya benda di tata surya yang memiliki atmosfer memiliki kadar nitrogen dan densitas tinggi. Saking tingginya, tekanan di atmosfer Titan mencapai 50 persen lebih tinggi dari Bumi.

Atmosfer seperti yang dimiliki Titan biasanya terbentuk ketika bulan itu telah terdeferensiasi menjadi inti, mantel dan lempengan. Namun, eksplorasi wahana luar angkasa Cassini pada tahun 2004 menemukan bahwa Titan belum sepenuhnya terdiferensiasi.
Sebelumnya, ada beberapa teori tentang pembentukan atmosfer Titan. Ada teori yang mengatakan bahwa nitrogen terbentuk dari pemecahan molekul ammonia di atmosfer oleh matahari, ataupun berasal dari gunung berapi. Tapi, proses itu menuntut temperatur tinggi.
Ide bahwa atmosfer terbentuk lama setelah Titan ada didukung oleh penelitian dengan wahana luar angkasa Huygens yang meneliti Titan tahun 2005. Titan diketahui memiliki kadar argon yang rendah. Kadarnya akan lebih tinggi bila atmosfer terbentuk bersama bulannya sendiri.
Hadir dengan teori baru, peneliti Universitas Tokyo Yasuhito Sekine mengatakan, "Kami berpendapat, nitrogen di atmosfer Titan terbentuk setelah pembentukan Titan sendiri, lewat proses konversi ammonia dalam periode Late Heavy Bombardment sekitar 4 juta tahun lalu."
Late Heavy Bombardment dikenal sebagai sebuah periode di mana benda angkasa seperti komet dan asteroid membombardir 100.000 kali lebih sering dari saat ini. "Hujan" komet dan asteroid pada masa itulah yang dimaksud Sekine menjadi pemicu pembentukan atmosfer Titan.
Sebelum mengemukakan pendapatnya, Sekine melakukan eksperimen laser gun untuk membuktikan bahwa nitrogen terbentuk dalam tumbukan pada es ammonia yang merepresentasikan kerak Titan. Kalkulasi membuktikan bahwa Titan memiliki cukup nitrogen untuk membentuk atmosfer saat ini.
Studi Sekine dipublikasikan di Jurnal Nature baru-baru ini. Sekine mengatakan, studi lebih detail tentang atmosfer dan es benda angkasa di Tata surya luar, termasuk komet, akan membantu menerangkan dengan akurat pembentukan atmosfer Titan.
Bumi, seperti Titan, merupakan planet yang atmosfernya didominasi oleh nitrogen. Namun, rasio isotop nitrogen di Titan dan Bumi berbeda. Hal itu mengindikasikan bahwa Bumi mendapatkan sumber nitrogen yang juga berbeda.
9:12 AM | 0 komentar

Di Planet Lain, Tanaman Berwarna Hitam

Written By entube six on Friday, April 29, 2011 | 6:41 PM

Warna hitam dan abu-abu memang jarang ditemui pada vegetasi tanaman di Bumi. Namun, warna tumbuh-tumbuhan di planet lain mungkin saja didominasi warna hitam dan abu-abu. Wrana tersebut misalnya bisa jadi muncul di planet berwarna kemerahan.
Peneliti Jack O'Malley-James dari University of St Andrews di Skotlandia tengah mengerjakan riset tentang proses fotosintesis berlangsung pada tanaman dengan dipengaruhi dari warna cahaya yang menyinarinya.

Di Bumi, kebanyakan tanaman berwarna hijau demi beradaptasi dengan cahaya Matahari yang kuning keemasan, yang diterima di permukaan planet. Namun, berdasarkan penelitiannya, pada planet-planet yang bersistem dua bintang dengan warna berbeda dari Matahari, tanaman dapat berwarna abu-abu bahkan hitam.
"Supaya dapat menyerap energi lebih, dan memperkuat proses fotosintesis," terangnya.
Penelitian ini pun membuka wawasan akan banyaknya kombinasi serta variasi pada bintang dan potensi keberlangsungan kehidupan di planet-planet yang mengorbitnya.
Tak hanya unsur warna yang berpengaruh. "Untuk planet yang mengorbit dua bintang atau lebih, radiasi berbahaya dari cahaya yang intens dapat membuat tanaman menciptakan semacam tabir suryanya sendiri, untuk mengeblok sinar ultraviolet," kata O'Malley-James.(National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)
6:41 PM | 0 komentar

Bunga Bangkai Kembali Mekar di Cibodas

Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas akan kembali berbunga untuk ketiga kalinya dalam bulan Mei 2011. Sebelumnya, bunga ini berbunga pertama kali pada tahun 2003 dan kembali berbunga pada 10 Mei 2007.
Amorphopallus titanum biasanya tumbuh di tempat terbuka yang relatif miring dan mendapat banyak cahaya matahari. Bunga ini juga biasa tumbuh di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus serta memiliki aerasi yang baik. Pengelola Kebun Raya Cibodas pun menempatkan bunga langka ini di belakang guest house, lokasi yang paling mirip dengan habitat aslinya.

Bunga bangkai raksasa yang ada di Kebun Raya Cibodas dibawa dari Sumatera. Pada tahun 2000, tim eksplorasi Kebun Raya Cibodas mengambilnya dari Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, pada ketinggian 680 meter di atas permukaan laut dan menanamnya kembali pada 26 Juni 2000.
"Dulu bunga ini ditanam di belakang rumah kaca, tetapi karena tanahnya merah maka dipindah ke lokasi yang sekarang. Tanahnya lebih banyak mengandung humus," kata Makmur, salah seorang pegawai Kebun Raya Cibodas yang ikut menanam Amorphopallus titanum.
Bunga yang memiliki tiga fase pertumbuhan ini--vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dorman (istirahat)--berbunga setiap empat tahun sekali. Oleh sebab itu masa berbunganya menjadi momen istimewa yang selalu ditunggu-tunggu.(National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)
6:38 PM | 0 komentar

Welcome Guys

Hopefully this blog can bring benefit to anyone taking the time to visit this blog. To be sure, the spirit no matter how small, remains a strength for us to work. We do not have to force yourself to achieve good results too, because no matter how small our contribution, it could still be measured from the benefits provided to others.

Categories

Pageviews